Mentan Amran Raih Skor Kinerja Tertinggi di Kabinet Merah Putih
Sumber berita: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260907213704-97-1401214/indexpolitica-kinerja-mentan-amran-raih-skor-91-tertinggi-di-kabinet/amp
Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meraih skor kinerja tertinggi di antara para menteri Kabinet Merah Putih dalam evaluasi Government Performance Assessment yang dirilis lembaga riset politik dan kebijakan publik, IndexPolitica Indonesia.
Dalam evaluasi tersebut, Mentan Amran memperoleh skor 91 dan menempati peringkat pertama dari 10 menteri dengan kinerja terbaik. Posisi berikutnya ditempati Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani dengan skor 89, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan skor 87, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dengan skor 86, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dengan skor 85.
Penilaian IndexPolitica menitikberatkan pada pencapaian kinerja kementerian yang dapat diukur dan diverifikasi, bukan pada popularitas maupun tingginya eksposur media seorang menteri. Evaluasi menggunakan pendekatan Evidence-Based Government Performance Evaluation dengan metode Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA).
Founder sekaligus peneliti senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, mengatakan bahwa kinerja dan popularitas merupakan dua hal yang berbeda. Menurutnya, tingginya pemberitaan mengenai seorang menteri tidak secara otomatis menunjukkan bahwa menteri tersebut memiliki kinerja terbaik.
“Yang kami ukur adalah kinerja, bukan popularitas. Menteri yang sering diberitakan belum tentu menteri dengan kinerja terbaik,” kata Denny.
Enam Dimensi Penilaian
IndexPolitica menilai kinerja kementerian melalui enam dimensi dengan total bobot 100 persen. Keenam dimensi tersebut meliputi Policy Output sebesar 20 persen, Policy Outcome 25 persen, Implementation Effectiveness 20 persen, Public and Economic Impact 15 persen, Policy Innovation 10 persen, serta Intergovernmental Coordination 10 persen.
Aspek Policy Outcome memiliki bobot terbesar, yakni 25 persen, karena mengukur perubahan atau hasil substantif yang muncul sebagai konsekuensi dari kebijakan pemerintah.
Dengan pendekatan tersebut, evaluasi tidak hanya melihat seberapa banyak program yang dijalankan, tetapi juga sejauh mana program tersebut mampu menghasilkan perubahan yang dapat dibuktikan melalui data.
Dalam konteks Kementerian Pertanian (Kementan), IndexPolitica memaparkan sejumlah indikator sektoral yang dapat digunakan untuk melihat kinerja, antara lain produksi pangan, stok, dan produktivitas. Indikator tersebut menjadi bagian dari ukuran output dan outcome yang dapat diverifikasi melalui data sektoral.
Kinerja Sektor Pertanian
Penilaian tersebut sejalan dengan berbagai capaian sektor pertanian yang dalam dua tahun terakhir diarahkan pada peningkatan produksi, penguatan stok pangan, peningkatan produktivitas, serta percepatan program yang memberikan dampak langsung kepada petani.
Berbagai kebijakan Kementan dijalankan melalui penguatan irigasi dan pompanisasi, penyediaan benih, mekanisasi pertanian, pupuk, serta percepatan tanam dan peningkatan produktivitas.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kapasitas produksi pertanian. Pengukuran berdasarkan indikator sektoral memungkinkan capaian program untuk dilihat secara lebih objektif dan terukur.
IndexPolitica menegaskan bahwa metodologi yang digunakan bertujuan membedakan kementerian yang memiliki banyak aktivitas atau pemberitaan dengan kementerian yang mampu menghasilkan perubahan kebijakan dan output yang terukur.
“Popularitas adalah persepsi. Kinerja adalah delivery. Karena itu, keduanya tidak boleh dicampur dalam satu indikator,” tutup Denny.
Skor 91 yang diraih Mentan Amran menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu bidang yang dinilai memiliki indikator output dan outcome yang relatif jelas serta dapat diverifikasi melalui data sektoral. Capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk terus memperkuat pelaksanaan program pertanian yang berdampak langsung terhadap produksi dan kesejahteraan petani.